Penanganan Gangguan Kesehatan Lambung secara Holistik

oleh: Dr. Indra Sugiarto

Gangguan lambung atau sering disebut maag merupakan salah satu penyakit yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun jarang berbahaya, namun dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas. Meskipun pengeluaran besar dilakukan untuk berbagai jenis obat lambung dan iklan dari pabrik obat, belum ada satu pun obat yang dapat menyembuhkan sepenuhnya. Padahal, solusinya sebenarnya dapat diatasi dengan pola makan dan diet yang tepat.

Kasus yang paling umum terkait gangguan lambung antara lain gastritis, gastroduodenitis, dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Lebih jarang lagi, tetapi juga perlu diwaspadai, adalah tukak lambung (peptic ulcer) dan kanker lambung.

Salah satu penyebab utama gangguan lambung adalah gangguan pencernaan atau indigestion. Oleh karena itu, untuk menyembuhkan gangguan lambung, perbaikan pencernaan menjadi kunci penting. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk pencernaan yang baik antara lain pemilihan makanan, cara memasak, perpaduan makanan, diet seimbang, cara makan yang benar, dan manajemen stres.

Dalam memilih makanan, sebaiknya pilih makanan lokal, organik, dan bebas dari bahan kimia serta pestisida. Diet seimbang untuk orang Indonesia sebaiknya terdiri dari 50-60% padi-padian (whole grain), 25-30% sayuran dan rumput laut, serta 10-15% biji-bijian. Konsumsi daging sebaiknya tidak melebihi 1/8 dari total makanan, terutama daging putih seperti ikan.

Cara memasak juga memiliki peran penting. Memasak dengan metode mentah/raw, tumis, kukus/steam, rebus, dan sesekali dipanggang lebih dianjurkan daripada menggoreng atau membakar makanan. Selain itu, perpaduan makanan juga perlu diperhatikan. Pada orang dengan gangguan lambung, kombinasi makanan yang tidak tepat bisa sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan.

Beberapa pertimbangan yang penting adalah memisahkan asam dengan tepung, protein dengan karbohidrat, protein dengan asam, lemak dengan protein, gula dengan protein, dan tepung dengan gula. Makanan tertentu seperti melon sebaiknya dikonsumsi secara terpisah karena mempengaruhi proses pencernaan.

Cara makan yang benar juga merupakan kunci dalam menangani gangguan lambung. Makan dalam keadaan hati yang tenang dan hindari makan dalam keadaan marah, tegang, tidak lapar, takut, atau cemas. Mengunyah makanan dengan baik juga sangat penting, di mana untuk gangguan lambung, direkomendasikan untuk mengunyah lebih dari biasanya agar makanan menjadi lebih halus dan merangsang produksi air liur.

Air liur memiliki peran penting dalam pencernaan, seperti mengandung enzim, bersifat alkali untuk menetralisir asam lambung, serta memiliki sifat antibiotik yang dapat mempercepat penyembuhan luka atau infeksi. Untuk meningkatkan efisiensi air liur, disarankan untuk tidak minum selama 2 jam setelah makan dan mengonsumsi sup di awal makan.

Pengalaman dari berbagai kasus menunjukkan bahwa gangguan lambung seperti gastritis, gastroduodenitis, dan GERD dapat diatasi dengan cara makan yang benar. Namun, untuk kasus tukak lambung, memerlukan waktu lebih lama dan perhatian pada kombinasi makanan yang lebih ketat.

Penggunaan obat-obatan seperti antasida, penekan asam lambung, anti kembung, dan enzim diberikan bila diperlukan atau dalam keadaan akut. Namun, untuk kasus kanker lambung, perlunya penanganan yang lebih komprehensif dan kesadaran diri yang meningkat juga diperlukan.

Adanya kontroversi terkait bakteri Helicobacter pylori juga menjadi sorotan dalam penanganan gangguan lambung. Meskipun dianggap sebagai penyebab hiperasiditas dan tukak lambung, pendekatan holistik menekankan bahwa bakteri tersebut dapat tumbuh karena kondisi lambung yang tidak normal, bukan sebaliknya. Dalam hal ini, penggunaan antibiotik tidak selalu memberikan dampak yang signifikan dalam menyembuhkan gangguan lambung.

Sebagai kesimpulan, penanganan gangguan lambung secara holistik melalui perubahan pola makan, diet seimbang, serta manajemen stres dan emosi dapat memberikan kontribusi besar dalam penyembuhan gangguan lambung. Meskipun obat-obatan dapat memberikan bantuan sementara, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mengatasi gangguan lambung secara menyeluruh. [ab]

Diterbitkan oleh Ananta Bangun

Wordsmith!

Tinggalkan Balasan