
oleh Dr. Tony Setiabudhi, Sp.KJ, Ph.D
Pendahuluan: Proses Menua dan Kesehatan Lansia
Proses menua adalah tahapan alami di mana kemampuan jaringan tubuh secara perlahan menurun untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya. Sayangnya, hal ini membuat tubuh rentan terhadap jejas, termasuk infeksi, dan kesulitan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994).
Definisi Gerontologi: Studi Komprehensif tentang Penuaan dan Problematika Lansia
Menurut PERGERI, Gerontologi adalah ilmu pengetahuan yang mencakup bidang antropologi, antropometri, sosiologi, pekerjaan sosial, kedokteran geriatri, psikiatri geriatri, psikologi, dan ekonomi. Sedangkan, WHO mendefinisikan Gerontologi sebagai studi komprehensif tentang penuaan dan masalah yang dihadapi oleh lansia, dengan batas awal penuaan umumnya dianggap pada usia 65 tahun.
Tujuan Gerontologi: Mewujudkan Penuaan yang Sehat
Tujuan utama Gerontologi adalah mewujudkan penuaan yang sehat melalui peningkatan mutu kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan. Pendekatan ini mencakup promosi kesehatan, pencegahan, perawatan medis, dan rehabilitasi.
Sejarah Perkembangan Gerontologi: Dari Konflik Hingga Penghargaan
Dalam sejarah, berbagai budaya memiliki pandangan yang berbeda terhadap lansia. Misalnya, di Mesir kuno, ada upacara peringatan raja Amenophis III yang melibatkan pembunuhan lansia, sementara di Cina abad ke-8 Masehi, kekaisaran Konyo justru menciptakan layanan kesehatan khusus untuk lansia. Pada periode Yunani, Hippocrates mengamati berbagai penyakit yang sering menyerang lansia.
Transisi Demografi Lansia di Indonesia: Tantangan dan Peluang
Indonesia mengalami transisi demografi lansia dengan peningkatan jumlah populasi lansia. Ini menciptakan shift epidemiologis, demografis, dan gerontologis. Peningkatan usia harapan hidup disertai dengan masalah baru seperti penyakit degeneratif dan disabilitas yang meningkat.
Perkembangan Gerontologi di Indonesia: Dari Pembentukan PERGERI Hingga Undang-Undang Kesejahteraan Lansia
Setelah World Assembly on Ageing (WAA) tahun 1982, Indonesia mendirikan Perhimpunan Gerontologi Indonesia (PERGERI) pada tahun 1984. PERGERI diakui sebagai satu-satunya organisasi yang mewakili Indonesia dalam International Association of Gerontology (IAG). Upaya kesejahteraan lansia di Indonesia semakin diperkuat dengan terbitnya Undang-Undang Kesejahteraan Lansia No. 13/1998.
Program Kesejahteraan Lansia: Dari Pencanangan Hari Lansia Nasional Hingga Program Jaminan Sosial
Program kesejahteraan lansia di Indonesia mencakup aspek-aspek seperti kesejahteraan sosial, jaminan sosial, kesehatan, peningkatan sumber daya manusia lansia, kesempatan kerja, pembinaan rohani, dan keagamaan. Lembaga Kesejahteraan Lansia Indonesia (LKLU) didirikan untuk merumuskan kebijaksanaan dan mengkoordinasikan program-program tersebut.
Tantangan Penyakit dan Disabilitas: Inovasi Alat Kesehatan untuk Lansia
Dengan meningkatnya jumlah lansia, terutama akibat peningkatan usia harapan hidup, muncul tantangan baru terkait penyakit degeneratif, disabilitas, dan kebutuhan akan alat kesehatan khusus. Di Indonesia, beberapa inovasi alat kesehatan seperti WAS-LAP, keramas rambut, pengumpul kencing, dan pembersih luka oleh DO-CARE telah membantu meningkatkan kualitas hidup lansia.
Masa Depan Gerontologi: Pencapaian Healthy Ageing
Sebagai negara yang menghadapi transisi demografi, Indonesia perlu terus mengembangkan pendekatan holistik dalam bidang gerontologi. Langkah-langkah proaktif, termasuk inovasi alat kesehatan dan program kesejahteraan lansia, akan membantu mencapai tujuan Healthy Ageing dan meningkatkan kualitas hidup generasi tua. Dengan demikian, Gerontologi 2020 menjadi panggung untuk memahami, merayakan, dan meningkatkan perjalanan penuaan bagi masyarakat Indonesia. [ab]
