
Oleh: Indra Sugiarto
Pendahuluan Singkat
Penyakit jantung koroner adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penyakit ini dipicu oleh proses aterosklerosis yang menyebabkan pembuluh darah menjadi keras dan menyempit. Jika penyempitan melebihi 70%, serangan jantung dapat terjadi.
Serangan Jantung
Angina Pektoris
Gejala angina pektoris meliputi nyeri dada yang hebat, biasanya disertai keringat dingin, dan dapat menjalar ke leher, lengan kiri, ulu hati, atau punggung. Nyeri ini dipicu oleh aktivitas berlebih, udara dingin, atau emosi, namun bisa mereda dengan istirahat atau obat nitrogliserin atau isosorbid.
Infark Miokard
Infark miokard terjadi akibat sumbatan total arteri koroner. Nyeri dada konstan dan dapat menyebabkan kondisi berbahaya seperti syok, gangguan irama jantung, hingga kematian. Pengobatan segera di rumah sakit dan perawatan ICU diperlukan.
Faktor Resiko/Penyebab PJK
- Usia
- Kegemukan
- Hipertensi
- Diabetes Mellitus
- Kolesterol tinggi
- Merokok
- Alkohol
- Stress
Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
- Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan Laboratorium: Darah lengkap, kadar gula darah, HbA1C, kolesterol/blood lipid, fungsi ginjal, kekentalan darah, enzym jantung (CPK, CK-MB, Troponin)
- EKG (Treadmill pada kasus yang mencurigakan)
- Foto thoraks untuk melihat pembesaran jantung atau bendungan paru
- Echocardiography
- Heart scan
- Coronary angiography
Penanganan PJK Secara Konvensional
- Terapi Medikamentosa: Obat hipertensi, obat diabetes (jika ada), obat penurun kolesterol, dan obat pengencer darah.
- Tindakan Invasif: a. Kateterisasi jantung dengan pemasangan stent atau balon (PTCA). b. Operasi bypass arteri koroner (CABG) untuk mengganti arteri yang tersumbat dengan graft dari vena tungkai.
Kekurangan/Kelemahan Terapi Konvensional
- Terapi medikamentosa hanya mengendalikan gejala, harus dikonsumsi seumur hidup, dan bisa menimbulkan efek samping.
- Tindakan invasif berisiko dan hanya diperlukan dalam kasus yang parah.
Penanganan Holistik
Selain obat-obatan, penanganan holistik dapat menjadi alternatif:
1. Perubahan Pola Hidup
- Berhenti merokok.
- Mengurangi konsumsi alkohol.
- Tidur cukup dan hindari tidur larut malam.
- Menghindari stres dan bekerja terlalu berat.
- Beristirahat yang cukup.
2. Diet
Terdapat dua jenis diet yang dapat diterapkan:
a. Diet Makrobiotik – Michio Kushi
- Berfokus pada keseimbangan yin-yang.
- Mengutamakan makanan alami dan sesuai dengan musim.
- Menghindari makanan olahan.
b. Program Reversing Heart Disease – Dean Ornish
- Diet tinggi serat, rendah lemak, vegetarian, dan menghindari gula serta tepung.
- Karbohidrat kompleks menjadi fokus utama.
3. Peningkatan Kesadaran
- Melalui meditasi, kontemplasi, doa, dan renungan, kita dapat meningkatkan kesadaran.
- Kesadaran spiritual merupakan poin utama, yang ditandai dengan tingkat pengertian yang lebih dalam.
4. Olah Raga
Olah raga yang teratur dapat membantu:
- Tai chi, yoga, senam aerobik, atau berjalan kaki.
- Aktivitas yang meningkatkan kesadaran seperti “walking meditation.”
- Latihan pernapasan.
Pengobatan Unkonvensional
Selain pendekatan konvensional, beberapa terapi alternatif meliputi:
- Terapi khelasi: Melibatkan infus EDTA, vitamin, mineral, dan antioksidan.
- Terapi frekuensi.
- Terapi prana.
- Terapi visualisasi dan imagery.
- Pengobatan Tradisional Cina (TCM).
- Suplemen kesehatan.
- Ramuan herbal.
- Pijat metafisik.
- Terapi musik: Musik dapat memengaruhi emosi dan meningkatkan kesadaran.
Reversal Heart Disease
Meskipun penghapusan sumbatan aterosklerosis belum dapat terjamin, program-program seperti yang diusulkan oleh Michio Kushi dan Dean Ornish telah menunjukkan hasil positif. Dalam beberapa bulan, mereka dapat mengurangi atau menghentikan penggunaan obat-obatan dan menghindari tindakan invasif. Penghapusan aterosklerosis memerlukan waktu lebih lama, tetapi pendekatan holistik membuka pintu bagi penyembuhan yang lebih dalam.
Ketika ditanya mengapa tidak menggunakan pendekatan konvensional, kita dapat menemukan jawaban di sini: Program holistik memberikan hasil yang baik, meskipun banyak orang mungkin enggan mencobanya. Keseimbangan antara pengobatan konvensional dan holistik mungkin menjadi kunci dalam menangani penyakit jantung koroner dengan lebih efektif.
