
Oleh Dr. Indra Sugiarto
Pendahuluan tentang Makrobiotik
Makrobiotik adalah filsafat berakar pada prinsip Timur, khususnya konsep Yin dan Yang, yang bertujuan untuk mencapai kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan. Ini tidak hanya meliputi praktik diet, tetapi juga gaya hidup yang bertujuan untuk membentuk hubungan harmonis dengan lingkungan dan alam semesta.
Pelopor Makrobiotik di Barat
Pengadopsian makrobiotik di Barat banyak berhutang pada tokoh-tokoh seperti George Ohsawa (1893-1966) dan Michio Kushi dari Boston. Michio Kushi mendapat ketenaran setelah kasus luar biasa dari Dr. Anthony Satillaro, yang mengalami pemulihan total dari kanker prostat tahap 4 melalui diet Makrobiotik.
Prinsip Yin dan Yang dalam Praktik
Filosofi Yin-Yang diterapkan dalam:
- Mengatur diet
- Membentuk gaya hidup
- Menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan dan alam semesta.
Makanan Yin
Termasuk di dalamnya:
- Alkohol
- Gula
- Kopi, teh
- Minyak (krim, mentega)
- Produk susu
- Bahan tambahan kimia (pengawet, pewarna, dll)
- Tepung putih
- Nasi putih
Makanan Yang
Termasuk di dalamnya:
- Garam
- Daging
- Telur
- Keju
- Rokok
Pedoman Diet
Seimbangkan diet Makrobiotik melalui:
- Pemilihan bahan makanan
- Metode memasak
- Praktik makan yang benar
Disesuaikan dengan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, kondisi kesehatan, dan iklim.
Pemilihan Bahan Makanan dengan Penekanan pada Diet Berbasis Tanaman
- Bijian utuh
- Sayuran umum dan khusus
- Rumput laut
- Kacang-kacangan
- Buah-buahan
Disarankan untuk memilih opsi organik.
Komposisi Diet Makrobiotik di Indonesia
- 50-60%: Nasi/Beras cokelat
- 25-30%: Sayuran
- 10-15%: Protein, terutama nabati (kacang-kacangan, lentil, kacang polong, dll)
- 5-10%: Makanan fermentasi (bumbu)
- 5-10%: Buah-buahan
Penyesuaian Diet Makrobiotik dengan Anatomi dan Fisiologi Manusia
Mengingat manusia memiliki 32 gigi, termasuk 4 gigi taring, izinkan konsumsi daging sebanyak 1/8 dari total asupan makanan.
Kualitas Diet Makrobiotik
- Tinggi serat
- Rendah lemak
- Kaya akan vitamin dan mineral
- Kaya akan antioksidan
- Bersifat basa (alkalis)
Mencegah dan Mengobati Penyakit Degeneratif
Diet makrobiotik terbukti efektif dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit degeneratif, termasuk:
- Diabetes melitus
- Hipertensi dan gangguan kardiovaskular lainnya
- Hiperlipidemia
- Penyakit ginjal
- Gangguan pencernaan
- Artritis
- Kanker
- Alergi dan kondisi autoimun
Selain itu, diet ini meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi.
Mengungkap Rahasia Kesembuhan melalui Diet Makrobiotik
Sementara beberapa orang mengalami kesembuhan yang luar biasa, penting untuk diakui bahwa tidak semua orang mungkin akan merespons dengan cara yang sama.
Makrobiotik: Seimbangnya Mikrokosmos dan Makrokosmos
Memahami bahwa manusia adalah mikrokosmos di dalam makrokosmos adalah hal mendasar. Hidup dalam harmoni dengan alam semesta membutuhkan:
- Diet seimbang
- Olahraga teratur (disarankan: “5 Jurus Dasar Teknik Panca Daya”)
- Perubahan sikap mental
- Pengembangan kasih sayang universal
- Keyakinan teguh bahwa kita memiliki kesehatan yang inheren.
Usaha Internal: PIKTI & Panca Daya dalam Menghadapi Pandemi
Dalam usaha internal, inisiatif seperti PIKTI dan Panca Daya dapat memainkan peran penting dalam membantu pemerintah mengatasi pandemi.
Dengan memeluk kebijaksanaan Makrobiotik, kita memulai perjalanan menuju kesejahteraan holistik, menyelaraskan diri dengan kebijaksanaan alam semesta untuk kehidupan yang lebih sehat dan lebih bahagia. [ab]
